Awal cerita ini, ketika ayah saya dipindahkan tugas. Ayah saya adalah seorang pegawai BUMN. Kebetulan pada waktu itu, ayah saya dipindahkan ke Padang, Sumatera Barat. Akhirnya kami sekeluarga pindah ke sana. Sebenarnya berat sekali harus meninggalkan teman-teman di jakarta, tetapi mau bagaimana lagi. Pada waktu itu saya kelas 3 SD. Di Padang, saya bersekolah di salah satu SD swasta.

Pada hari pertama sekolah di sana, saya tidak mau masuk kelas. Saya hanya menangis terus menerus. Dalam pikiran saya waktu itu, saya takut tidak punya teman. Besoknya saya baru mau masuk kelas, dengan syarat ibu saya menunggui saya sampai pulang sekolah. Padahal dulu saya tidak pernah ditunggui ibu saya sekalipun. Pada saat TK pun juga tidak. Pada waktu pertama kali pelajaran olahraga, saya tidak mau ikut karena belum mempunyai baju olahraga. Saya malah menangis lagi. Akhirnya, saya pulang ke rumah.

Sebulan sekolah di Padang saya belum juga mempunyai teman yang dekat. Hanya sekedar teman di kelas saja. Prestasi dan nilai-nilai saya pada waktu itu juga anjlok. Biasanya saya mendapat peringkat 10 besar, malah tidak. Sampai kelas 3 SD terakhir pun nilai saya juga tidak berubah.

Baru pada saat kelas 4 SD, nilai saya lumayan bagus daripada yang dulu. Selain itu, saya mulai mempunyai teman-teman dekat yang cukup banyak. Karena saya anak baru, saya cukup dikenal satu sekolahan. Baik siswa-siswa maupun guru-guru. Peringkat prestasi saya juga lama-lama semakin naik. Pada saat terakhir kelas 4 SD, alhamdulillah saya peringkat 3 di kelas.

Pada saat kelas 5 SD, teman saya bertambah salah satunya bernama Ira. Ira anak yang pintar. Namun, ada suatu hal yang membuat dia tidak masuk sekolah dalam cukup lama. Kemudian guru saya meminta saya untuk jadi teman sebangkunya. Padahal pada waktu itu, saya tidak begitu dekat dengannya. Akhirnya, Ira masuk kembali. Semenjak itu kita kemana-mana berdua dan menjadi dekat.

Sampai kelas 6 SD, prestasi saya semakin bagus. Pada saat ujian akhir nasional, alhamdulillah nilai saya bagus dan peringkat kedua sekolah. Selain itu, alhamdulillah nilai ujian saya masuk 25 besar nilai tertinggi sekota padang. Saya mendapat beasiswa dan piagam. Saya benar-benar bahagia apa yang telah dicapai pada saat itu.

Kemudian saya melanjutkan sekolah ke SMP negeri 1 padang, yang merupakan sekolah unggulan pertama di sana. Sayangnya, saya hanya bersekolah sebulan saja karena saya harus kembali lagi ke Jakarta. Walaupun hanya sebulan, tetapi saya sudah dekat dengan teman-teman sekelas. Di hari terakhir saya sekolah di sana, mereka membuat acara kejutan buat saya. Saya benar-benar terharu. Apalagi teman-teman memberi hadiah perpisahan. Selain itu, sahabat-sahabat saya juga memberi hadiah. Sampai sekarang, hadiah-hadiah itu masih saya simpan dengan baik.

Saya juga tidak menyangka kalau saya bisa bertemu lagi sahabat lama dari padang di IPB. Apalagi kami satu fakultas yaitu fakultas ekonomi manajemen. Saya benar-benar kaget. Saya berpikir dunia ini memang sempit.

Semua yang telah saya alami selama di padang, benar-benar memberi hikmah buat saya. Segala sesuatu yang dilakukan harus dengan ikhlas. Apapun masalahnya kita harus menghadapinya karena kita tidak bisa lari dari masalah. Allah tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan kita.

Inspirasi saya adalah teman saya ketika SMA. Ketika SMA, saya mempunyai teman bernama Neyla Afida. Neyla adalah salah satu siswa yang tidak mampu di sekolah saya. Tetapi itu bukan masalah buat dia. Karena dia juga siswa yang pandai dan berprestasi di sekolah. Selain itu, Neyla juga anggota OSIS.

Neyla adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ia rela membantu keuangan keluarganya, yang nantinya digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah adik-adiknya. Ia memanfaatkan kepandaiannya untuk menjadi guru les privat SD dan SMP. Dari penghasilannya itu, dia juga bisa membeli motor kredit. Neyla juga mau mengajarkan saya dan teman-teman saya. Jika kami ingin membayar karena jasanya, ia selalu menolak. Dia tidak mau dibayar, karena kami sebaya. Selain itu, Neyla juga menjual makanan di sekolah. Ia menjual nasi kuning, lontong dan pastel. Saya dan teman-teman sekelas juga tidak perlu jajan di kantin, karena Neyla sudah menjual makanan. Setiap istirahat, selalu habis dengan cepat.

Neyla juga mempunyai keinginan yang sama dengan siswa-siswa SMA lainnya, yaitu masuk perguruan tinggi negeri. Ia mengikuti simak UI. Ternyata ia keterima di jurusan fisika. Kemudian Neyla mengikuti ujian masuk STAN. Ternyata ia juga keterima di jurusan perpajakan. Namun, Neyla lebih memilih STAN.

Saya sebagai temannya, benar-benar kagum. Di saat yang lain hanya sibuk bermain, Neyla bekerja membantu orang tuanya. Neyla juga tidak malu kalau dia harus bekerja. Neyla juga membuat sekolah bangga karena prestasi-prestasinya.

Neyla membuat saya sadar, bahwa tidak putus asa dan pantang menyerah dalam mengerjakan hal apapun akan membuahkan hasil yang baik. Selain itu, semua hal yang kita kerjakan harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan niat yang baik.

Super Junior (Korea: 슈퍼주니어), atau lebih dikenal dengan SJ atau SuJu (Korea: 슈주), merupakan sebuah grup musik R&B yang berasal dari Seoul, Korea Selatan. Anggotanya berjumlah 13 orang yaitu Leeteuk, Heechul, Han Geng, Yesung, Kang-In, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, dan Kyuhyun. Album perdananya ialah SuperJunior05 (TWINS), dirilis pada tahun 2005.